Senin, 26 September 2011

[Oase Iman] Menuju Keindahan Dalam Kebersamaan PostDateIcon

buyayahya.org

Sunday, 29 May 2011 06:04 | PDF | Print | E-mail
MENUJU KEINDAHAN DALAM KEBERSAMAAN

Sebuah harapan yang sangat mulia, disaat kita hidup dalam masyarakat yang berbeda-beda suku, agama dan tradisi adalah indahnya kebersamaan dalam perbedaan. Islam adalah agama rohmatan lilalamin. Maknanya adalah bahwa Islam itu indah dan dihadirkan dengan keindahan untuk menuai keindahan. Islam bukan agama yang mendoktrin pengikutnya agar membinasakan yang berbeda dengannya. Sungguh sangat berbeda dengan agama lain yang prinsip utama dalam menjaga kelestarianya adalah membinasakan semua yang berbeda dengannya dalam idiologi. Artinya menurutnya hidup bersama agama lain adalah butuh suatu toleransi. Maknanya adalah menyambut hidup dalam bersama dalam perbedaan adalah hanya sebatas perkenan atau toleransi yang artinya sebenarnya tidak boleh hidup bersamanya akan tetapi karna satu hal maka menjadi boleh.

Berbeda dengan Islam, menyambut keragaman dalam bermasyarakat adalah kewajiban bukan sekedar toleransi. Perbedaan agama bukan berarti harus membinasakan. Maka dari itu bisa dilihat ketetapan hukum dalam Islam bahwa dalam hidup bertetangga kita wajib memperhatikan tetangga kita biarpun ia berbeda agama dengan kita. Jika sakit kita wajib memberinya obat dan jika kelaparan kita wajib memberinya makan bahkan jika ada yang mengganggunya kita harus menolongnya.

Akan tetapi ada hal yan harus diperhatikan bagi orang yang ingin menjalin kebersamaan dalam perbedaan yaitu pendirian dan prinsip. Orang yang tidak punya prinsip atau yang prinsip dalam beragamanya adalah membinasakan yang berbeda tidak akan bisa menjalin hidup bersama dalam perbedaan
.
Jadi ada dua kelompok manusia yang mereka itu adalah musuh-musuh dalam kebersamaan
•    Orang yang prinsip dan doktrin agamanya tidak bisa menerima keberadaan agama lain. Seperti agama yahudi yang doktrin agama ini adalah manusia ini adalah lebih rendah dari binatang yang tidak boleh diberi kesempatan hidup, berkembang dan maju. Maka konflik yang terjadi antara yahudi dan Islam adalah konflik tidak mungkin diselesaikan dengan damai. Ketidakmungkinan ini bukan karena Islam tidak memperkenankan atau tidak mau. Akan tetapi hal itu karena memang doktrin agama yahudi adalah agar membinasakan orang selain yahudi. Maka seandainya ada yahudi yang bersepakat untuk berdamai hal itu bukan berarti benar-benar akan memperjuangkan perdamaian. Akan tetapi hal itu akan dijadikan kesempatan oleh mereka untuk mempersiapkan pembinasaan kepada yang berbeda. Maka perdamaian atau menjalin hidup indah dengan yahudi atau agama lain yang prinsip kelestarianya adalah membinasakan yang lain adalah mustahil kecuali mereka telah merubah semua doktrin pembinasaan yang amat mereka pegang dan yakini.

•    Orang yang tidak punya prinsip dalam beragama. Artinya ia sendiri tidak meyakini kebenaran agama yang dipeluknya. Sehingga mereka cenderung mengatakan semua agama sama-sama benar. Ini adalah sekelompok manusia yang tidak akan bisa hidup bersama dalam pebedaaan. Karena ia tidak tahu perbedaan maka iapun tidak mengerti bagaimana menyikapi perbedaan. Orang seperti ini akan sangat berbahaya kepada teman-temannya yang seiman. Orang ini akan mudah bergandengan dengan orang yang tidak seiman dengannya akan tetapi amat mudah membuat permusuhan kepada orang yang seiman. Ia akan selalu menjadi duri didalam daging bagi sahabat-sahabatnya. Dalam hal ini bisa kita lihat dalam Islam liberal. Orang yang bergabung dengan kelompok ini akan kehilangan prinsip dalam beragama. Tidak punya ketegasan dalam menentukan sebuah keyakinan. Bahkan hampir ia tidak mengerti kesesatan dalam beragama atau pelanggaran dalam beragama. Maka banyak orang yang melanggar agama justru dibelanya. Karna ia belum mengerti perbedaan yang harus disadari sebagai hal yang tidak harus menjadikanya bermusuhan dan beradu fisik. Sangat berbeda dengan ajaran Islam yang prinsip dasarnya adalah rahmatan lilalamin (membuat keindahan di jagat raya).

Maka didalam Islam ada prinsip ketegasan dalam menentukan perbedaan untuk kemudian disikapi dengan bijak dan benar sesuai dengan prinsip rahmatan lilalamin. Disaat agama Islam mengatakan agama lain adalah kafir dan salah bukan berati harus membinasakanya. Bahkan didalam Islam dilarang memerangi agama lain kecuali mereka memulai peperangan tersebut. Kita tidak boleh memulai membuat keributan dengan orang yahudi atau yang lainya, akan tetapi jika mereka telah memulai seperti yang terjadi di palestina saat ini maka kitapun harus bangkit melawan mereka. Begitu juga dengan sesama yang seagama, Islam mengajarkan kemesraan yang sesungguhnya. Sungguh suatu yang mengherankan jika ada orang bisa mesra dengan orang lain akan tetapi dengan keluarga sendiri bermusuhan, maka belumlah ia menjadi pejuang keindahan dalam kebersamaan. Biasanya hal itu muncul dari musuh keindahan kelompok kedua yaitu orang-orang yang tidak punya prinsip.
Wallahu a'lam bishshowab.
Last Updated (Tuesday, 30 August 2011 20:25)

[Oase Iman] Menuju Kemuliaan Hidup

buyayahya.org

MENUJU KEMULIAAN HIDUP
Kunci kemuliaan hidup yang pernah diberikan Lukman Hakim kepada putranya adalah “ Lupakan selalu dua hal dan ingat selalu dua hal. Dua hal yang harus engkau lupakan adalah disaat engkau berbuat baik kepada seseorang maka berusahalah untuk melupakannya dan disaat ada orang yang berbuat salah kepadamu maka berusahalah untuk melupakannya”. Ini adalah kunci keindahan hidup dalam kebersamaan, baik disaat kita berbuat baik kepada orang lain atau diperlakukan baik oleh orang lain. Baik disaat kita berbuat salah kepada orang lain atau disaat ada orang lain berbuat salah kepada kita. Agar kita bisa menuai keikhlasan dalam beramal, tabah dan lapang dada dalam berinteraksi dengan sesama hamba Allah.
Melupakan dua hal, kalimat sederhana, akan tetapi merupakan kalimat hikmah yang penuh makna. Sungguh siapapun yang selalu mengingat apa yang pernah ia berikan, maka susah baginya untuk berbuat kebaikan lagi. Akan tetapi disaat ia mudah untuk melupakan apa yang pernah ia berikan kepada orang lain atau kebaikan yang pernah ia lakukan untuk orang lain akan terbuka pintu kebaikan sehingga mudah baginya untuk berbuat kebaikan yang lainnya. Kemudian disaat ada orang yang berbuat salah kepada kita, alangkah mulianya jika kita mudah untuk melupakan kesalahan orang tersebut, dengan ketulusan dan kebersihan hati, didalam hati tidak ada dendam kesumat, tidak tertanam kedengkian. Dan itulah kebersihan hati yang mengantarkan kemuliaan seseorang dihadapan Allah SWT, karena hati yang bersih dari dengki, bersih dari dendam akan mudah untuk menjadi ladang tumbuh suburnya ketaqwaan dan keimanan kepada Allah SWT.
Mengingat dua hal, yang harus di ingat terus adalah "jika kita mempunyai kesalahan kepada seseorang maka semestinyalah kita mengingat kesalahan tersebut dan begitu juga jika ada orang yang berbuat baik kepada kita jangan pernah kita melupakanya, akan tetapi ingat dan ingat terus!"
Maknanya adalah jika kita berbuat salah kepada seseorang maka berusahalah kita untuk  selalu ingat agar kita tidak mudah untuk mengulangi kesalahan tersebut, baik itu kesalahan kepada istri, suami, anak, orang tua ataupun tetangga. Karena jika kita senantiasa mengingat kesalahan tersebut dan dibarengi dengan penyesalan kita akan terjaga untuk terjatuh lagi pada kesalahan yang sama. Lebih dari itu kita akan lebih mudah untuk memohon maaf kepada orang yang kita pernah berbuat salah kepadanya. Itulah hakekat kemulyaan dan kebesaran jiwa. Sungguh jika kesalahan kita kepada orang lain tidak dimaafkan oleh orang tersebut maka Allah pun tidak akan mengampuni dosa kita, alangkah mengerikanya hal itu. Lalu, apakah kita juga rela jika ada orang disiksa dan dimurkai oleh Allah kerena berbuat salah kepada kita?
Wallahu a'lam bishshowab.
Last Updated (Tuesday, 06 September 2011 17:02)